Jenis Penyakit Menular Seksual dan Gejala yang Menyertainya

Penyakit kelamin adalahgangguan kesehatan yang menyerang organ genital seseorang, baik lelaki maupun wanita. Mengetahui jenis-jenis penyakit kelamin ialah hal penting, supaya kamu dapat mendeteksi penyakit semenjak dini. Sebagian besar penyakit kelamin ditularkan lewat kegiatan seksual. Meski, ada sejumlah yang dapat disebarkan melalui teknik lain, laksana pemakaian bareng jarum suntik dan transfusi darah. Yuk, cari tahu apa saja penyakit kelamin yang umum terjadi di Indonesia.

Jenis-jenis penyakit kelamin sangat umum

Berdasarkan keterangan dari penelitian, dari jenis-jenis penyakit kelamin yang ada, gonore dan sifilis ialah yang paling tidak sedikit terjadi di Indonesia. Apa tersebut gonore dan sifilis? Serta, apa saja penyakit kelamin lainnya yang butuh diwaspadai? Berikut pembahasan lengkapnya.

1. Herpes genital

Penyakit ini diakibatkan oleh penyebaran virus herpes simpleks (HSV) yang umum menyerang kulit. Tapi pada herpes genital, tanda-tandanya berada di dekat alat kelamin lelaki maupun wanita, dinding rahim, sampai area anus. Penyakit ini bisa ditularkan oleh hubungan seks vaginal, anal, dan oral. Virus akan gampang menginfeksi ketika seseorang mempunyai luka tersingkap di area-area yang tercebur dalam kegiatan seksual.

Tanda-tanda sangat umum dari penyakit ini mencakup muncul lepuhan di dekat alat kelamin, disertai rasa gatal dan perih. Saat ukurannya terus membesar, lepuhan tersebut dapat pecah dan merangsang rasa nyeri tak tertahankan. Herpes genital tak boleh disepelekan. Sebab, penyakit ini memerlukan waktu sampai bulanan dalam proses penyembuhannya. Terlebih, andai dibiarkan, pengidapnya berisiko tinggi guna tertular penyakit kelamin lainnya, contohnya HIV.

2. Kutil kelamin (HPV)

Tanda-tanda dari penyakit ini nyaris serupa dengan herpes. Bedanya, andai herpes ditandai dengan lepuhan, sedangkan kutil kelamin mempunyai ciri benjolan-benjolan kecil di dekat organ genital. Berdasarkan keterangan dari Centers for Disease Control and Prevention(CDC), nyaris setiap orang yang aktif bersangkutan seks mempunyai risiko terkena Human papillomavirus (HPV). Hanya saja, virus ini lebih gampang berkembang pada orang yang merealisasikan perilaku seksual berisiko (sexual risky behavior) HPV dapat menyebar dari orang ke orang melewati hubungan seks vaginal maupun anal, seks oral, dan kontak dengan organ genital. Gejala dari kutil kelamin jarang terdeteksi di awal, sampai-sampai penularannya pun kerap tak disadari.

3. Penyakit HIV

Penyakit HIV diakibatkan oleh virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh penderitanya. Kontak seksual adalahsalah satu teknik penularan tertinggi, walau penyakit ini dapat menyebar lewat teknik lain. Seseorang yang mengidap HIV paling rentan guna terjangkit penyakit menular seksual (PMS) lainnya. Sebab, daya tahan tubuh bakal terus menurun, memungkinkan bakteri dan virus lain guna berkembang. HIV ditandai dengan demam, hadir ruam di kulit, nyeri pada otot dan persendian, sakit perut, dan tubuh terus melemah. Dari jenis-jenis penyakit kelamin yang ada, HIV adalahsalah satu yang sangat ditakuti, sebab gejalanya bisa dilangsungkan dalam rentang waktu paling lama, bahkan tahunan.

4. Penyakit sifilis

Sifilis ialah penyakit kelamin yang diakibatkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini tidak jarang tidak disadari, sebab gejalanya muncul lumayan lama sesudah infeksi kesatu. Pemeriksaan medis ialah satu-satunya teknik untuk meyakinkan apakah ada infeksi itu atau tidak. Penyakit yang pun dikenal dengan raja singa ini mempunyai empat tahapan. Pada etape awal, hadir luka di dekat alat kelamin, dibuntuti bintik merah yang gatal, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Pada wanita, firasat ini jarang disadari, sebab terletak di unsur dalam vagina. Yang terparah, bakteri pemicu dapat menyebabkan sekian banyak komplikasi, memengaruhi kinerja otak, jantung, saraf mata, dan organ lainnya.

5. Penyakit gonore

Gonore ialah penyakit kelamin berupa infeksi yang diakibatkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Penyakit ini paling menular, dan dapat memicu sekian banyak komplikasi yang dapat menakut-nakuti nyawa. Bakteri pemicunya dapat hidup dan berkembang pada organ atau unsur tubuh yang lembap dan hangat, laksana penis, vagina, anus, bahkan mata. Gejalanya dapat berupa pembengkakan unsur tubuh terdampak, hadir rasa gatal, sakit ketika buang air kecil, nyeri ketika buang air besar, kencing nanah, dan perdarahan pada vagina. Gejala dari gonore lazimnya terjadi dalam rentang masa-masa harian sesudah infeksi kesatu. Meski pada tidak sedikit kasus, tanda-tandanya bisa terlihat sampai berminggu-minggu sesudah penularan.

6. Penyakit trikomoniasis

Trikomoniasis ialah penyakit kelamin yang diakibatkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Penyakit ini tak pandang jenis kelamin, walau kasusnya lebih tidak sedikit terjadi pada wanita. Parasit tersebut dapat hidup dan menyebar di vagina dan uretra pria. Penularannya hanya dapat terjadi melewati hubungan seks. Gejala sangat umum dari penyakit ini ialah berkurangnya urine, sakit ketika buang air kecil, nyeri saat bersangkutan badan, sampai perih ketika ejakulasi. Mengutip Medical News Today, parasit penyebab trikomoniasis dapat bertahan dalam rentang masa-masa bulanan sampai tahunan. Jika tak segera diatasi, penyakit ini dapat meningkatkan risiko komplikasi lebih serius, laksana penularan HIV.

7. Klamidia

Klamidia ialah penyakit kelamin yang diakibatkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis, menyebar melewati seks anal, vaginal, maupun oral. Penyakit menular seksual yang satu ini pun dapat menular ke bayi melewati proses persalinan. Klamidia seringkali tak menimbulkan fenomena apapun di waktu awal, namun dapat merangsang infertilitas atau kemandulan serta komplikasi lain andai tak diobati. Penyakit tersebut gampang disembuhkan andai ditangani sedini mungkin. Saat telah berkembang dan meningkat parah, bakal ada perubahan-perubahan pada organ genital yang barangkali dapat dirasakan, laksana keputihan, rasa sakit dan panas ketika kencing, serta perdarahan anus. Gejala seringkali baru hadir sekitar 7 sampai 21 hari sesudah terpapar bakteri.

8. Kutu kemaluan

Kutu kemaluan atau yang pun dikenal dengan pubic lice menempel di lokasi genital, baik lelaki maupun wanita. Terkadang, walau sangat jarang, kutu tersebut juga bisa berada di ketiak, kumis, jenggot, bulu mata, dan alis. Kutu kemaluan berukuran paling kecil dan sulit disaksikan oleh mata. Hanya saja, seseorang barangkali akan menikmati gatal tak tertahankan di lokasi terdampak. Siklus hidup telur kutu dibuka sejak 6 sampai 10 hari, kemudian menetas dan bakal terlihat laksana kepiting kecil. Kutu kemaluan bisa menyebar sekitar kontak jasmani yang dekat, tergolong hubungan seks. Serangga kecil tersebut juga dapat bermigrasi lewat handuk dan seprai yang digunakan bersama. Kutu kemaluan dapat dihilangkan dengan larutan pometrin 1 persen atau produk serupa. Obat tersebut tersedia tanpa resep di tidak sedikit apotek. Namun, urgen untuk tetap memerhatikan aturan dan tuntunan yang terdapat di kemasan.

9. Hepatitis B

Penyakit menular seksual yang jarang disadari penyebarannya ialah hepatitis B. Dalam jangka panjang, penyakit ini dapat menyebabkan kehancuran organ hati. Begitu seseorang terpapar virus pemicunya, virus tersebut dapat bertahan di air mani, darah, dan cairan tubuh lainnya. Transmisi dimungkinkan terjadi melewati kontak seksual, memakai peralatan tidak steril guna injeksi, dan menusuk kulit dengan benda tajam yang terkontaminasi virus. Penularan pun dapat terjadi pada bayi sekitar kehamilan atau persalinan. Seseorang yang terpapar hepatitis B seringkali mengalami demam, gampang lelah, mual, muntah, hilang selera makan, sakit perut, serta evolusi warna menjadi lebih gelap pada urine dan feses. Orang yang mempunyai risiko tinggi tertular usahakan berkata pada dokter guna mendapatkan vaksin. Meski, vaksin tidak dapat menyerahkan perlindungan sempurna guna jangka panjang.

10. Penyakit menular seksual kankroid

Kankroid, atau yang pun disebut chancroid, ialah penyakit menular seksual langka yang diakibatkan oleh bakteri Haemophilus ducreyi. Bakteri itu hanya dapat menyebar melewati kontak seksual. Gejala sangat umum dari kankroid ialah luka tersingkap yang terasa menyakitkan pada perangkat kelamin. Pada etape yang parah, kankroid sangat barangkali untuk berkembang menjadi HIV, membuatnya lebih susah untuk diobati. Deteksi dini sangat urgen untuk menangkal terjadinya komplikasi. Pengobatan antibiotik biasanya efektif menyembuhkan penyakit kelamin ini di waktu awal. Siapapun yang sudah didiagnosis kankroid mesti memberi tahu pasangan yang tercebur dalam kontak seksual dalam 10 hari terakhir.

11. Skabies

Skabies, atau yang pun sering dinamakan scabies, ialah penyakit menular seksual yang ditandai dengan timbulnya kudis pada permukaan kulit. Kondisi tersebut dirangsang oleh penularan parasit laksana tungau mempunyai nama Sarcoptes scabiei. Infeksi parasit dapat menimbulkan ruam laksana jerawat di unsur tubuh mana saja, khususnya area genital. Gejala akan hadir sekitar 2 sampai 6 minggu sesudah terpapar. Bahkan, kudis dapat muncul dan menyebar sebelum seseorang menyadari bahwa terdapat skabies di permukaan kulitnya. Dikutip dari Medical News Today, penularan skabies biasanya terjadi melewati kontak kulit. Tak melulu seks, parasit dapat beralih ke orang lain melulu dengan berbagi barang laksana handuk dan selimut.

Dokter bisa meresepkan krim topikal guna membunuh dan memberantas parasit tersebut. Seseorang yang telah memahami memempunyai skabies mesti menghindari kontak kulit dengan orang lain guna meminimalkan penularan.

12. Moluskum kontagiosum

Moleskum kontagiosum ialah penyakit kelamin yang seringkali jinak. Dokter bakal memandangnya sebagai penyakit menular seksual andai terjadi pada orang dewasa. Penularannya ingin terjadi melewati kontak jasmani seperti hubungan seks. Penyakit itu memiliki fenomena yang serupa dengan cacar, yaitu timbulnya lesi di permukaan kulit. Benjolan mungkin pun akan muncul, seringkali dapat hilang sendiri tanpa pengobatan. Meski, benjolan tersebut tetap paling menular dari orang ke orang.

13. Vaginosis bakteri

Vaginosis bakteri merupakan situasi di mana bakteri sehat di vagina menghilang dan digantikan oleh mikroorganisme lain. Dikutip dari Verywell Health, fenomena paling umum dari penyakit kelamin tersebut ialah rasa terbakar dan panas di lokasi genital dan terbit cairan putih atau abu-abu. Tak melulu itu, bau tak sedap yang kuat seringkali muncul setelah bersangkutan seks. Vaginosis bakteri tidak jarang dikaitkan dengan seseorang yang mengerjakan hubungan seks dengan pasangan baru. Penyakit ini bisa disembuhkan dengan penyembuhan antibiotik. Jika tak diobati, vaginosis bakteri dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko seorang wanita guna mengidap HIV, penyakit radang panggul, dan kelahiran prematur andai sedang hamil. Nah, itulah jenis-jenis penyakit kelamin yang umum dijumpai di Indonesia. Kamu dapat minimalkan penularan sejumlah penyakit kelamin di atas dengan merealisasikan seks aman, misalnya memakai kondom.Untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan Pastikan anda tidak terlambat berkonsultasi bersama dokter di klinik Apollo  berhubungan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Leave a Comment

[elementor-template id="13543"] [elementor-template id="13402"]