Keselamatan Kerja Menggunakan Listrik

 

Distributor perlengkapan safety jakartaListrik adalahenergi dibangunkan oleh sumber energi seringkali generator dan bisa yang mengalir dari satu titik ke titik lain melewati konduktor dalam susunan tertutup. Potensi bahaya listrik merupakan:• Bahaya kejut listrik
• Panas yang dimunculkan oleh energi listrik
• Medan listrik

Pekerja dapat merasakan bahaya listrik pada kondisi-kondisi sebagai berikut:
• Pekerja berhubungan/menyentuh kedua konduktor pada susunan listrik yang bertegangan.
• pekerja berada pada unsur antara konduktor yang ditanahkan (grounding) dan konduktor yang tidak ditanahkan (grounding)
• Pekerja berada pada unsur konduktor yang ditanahkan dengan material yang tidak ditanahkan.

Dampak cidera dampak bahaya arus kejut pada insan (pekerja) tergantung:
a. besar arus yang mengalir ke tubuh manusia
b. unsur tubuh yang terkena
c. lama/ durasi pekerja terpapar arus kejut

Besar arus yang mengalir tergantung besar lain potensial dan resistansi. Efek arus kejut pada insan dapat menyebabkan kematian. Arus kejut listrik yang tentang tubuh bakal menimbulkan:
1. menghentikan faedah jantung dan menghambat pernafasan.
2. Panas yang dimunculkan oleh arus dapat mengakibatkan kulit atau tubuh terbakar, terutama pada titik dimana arus masuk ke tubuh.
3. Beberapa permasalahan dapat memunculkan pendarahan, atau kendala bernafas dan gangguan saraf.
4. Gerakan spontan dampak terkena arus listrik, dapat menyebabkan cidera beda seperti dampak jatuh atau terkena/tersandung benda lain.
Apa yang dapat dilaksanakan untuk menangkal bahaya listrik? Kecelakaan listrik diakibatkan oleh kombinasi tiga faktor, yakni :
• Peralatan/instalasi yang tidak aman
• Tempat kerja sedang di lingkungan yang tidak aman
• Praktik kerja yang tidak aman
a. Pengendalian bahaya listrik dari sentuh langsung
1. Mengisolasi unsur aktif
2. Menutup dengan Penghalang atau Selungkup
3. Membuat rintangan
4. Memberi Jarak aman atau diluar jangkauan
5. Menggunakan perangkat pelindung diri.

Pengendalian yang mesti dilaksanakan antara beda :
• Menutup seluruh instalasi yang terbuka
• Mengisolasi unsur aktif/ konduktor
• Memperbaiki penutup instalasi yang rusak
• Memperbaiki atau mengganti perlengkapan yang rusak
• Menghindari dunia kerja yang tidak aman
• Mengecek / memeriksa situasi kawat atau core kabel
• Memeriksa dan mengerjakan pengukuran grounding
• Menggunakan peralatan/ sistem grounding yang benar
• Menghindari pemakaian yang melebihi kapasitasnya
• Memeriksa dan merawat peralatan listrik dengan baik
• Menggunakan peralatan/ sistem pengaman

Tips aman dari bahaya listrik
• Gunakan sarung tangan dan sepatu khusus guna bahaya listrik;
• Simpan perlengkapan listrik yang tidak dipakai di lokasi yang kering;
• Jangan memakai peralatan listrik yang basah/ lembab;
• Usahakan lokasi kerja listrik terang;
• Pastikan tidak mendekati potensi bahaya listrik;
• Jangan membawa alat dengan kabel;
• Jangan mencabut/menyentak untuk mencungkil tusuk kontak;
• Jaga kabel dari panas, minyak dan benda tajam;
• Lepaskan dari sumber listrik, perlengkapan yang tidak digunakan;
• Ganti setiap perlengkapan yang rusak;
• Menyediakan sistem ‘tidak menyalahkan’ guna pelaporan kekeliruan dan protocol yang menangkal peralatan listrik yang bobrok dari pemakaian sampai diperbaiki;
• Pastikan bahwa saklar daya utama guna mematikan daya listrik mudah dicapai dan jelas ditandai, sampai-sampai dapat dengan cepat dimatikan dalam suasana darurat.

 

 

Leave a Comment

[elementor-template id="13543"] [elementor-template id="13402"]